Bathin itu ibarat ruangan yang senantiasa berubah-ubah

Kalo kita cermati suasana bathin kita dari waktu ke waktu, akan kita dapati suasana yang silih berganti yang berubah secara dinamis bahkan cenderung acak.

Pada satu waktu, bathin kita hanya bisa terisi oleh suatu suasana hati yang paling dominan, yaitu suasana negatif (bahagia, senang, antusias, semangat, dll.) atau suasana positif (keluh kesah, sedih, bete, dll.). Dan suasana ini dapat berubah-ubah dimana lamanya suasana ini bertahan ternyata tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya anugrah yang kita terima ataupun besar kecilnya penderitaan yang di alami.

Contoh: penghargaan yang tulus dapat membuat suasana bathin seseorang menjadi berbunga-bunga sama halnya ketika menerima hadiah undian berupa mobil mewah. Lain hal, penghinaan dari seseorang bisa membuat suasana bathin menjadi begitu terpuruk dan dunia serasa sempit seperti halnya ketika kita kehilangan orang-orang yang dicintai.

Suasana bathin yang merepresentasikan kesenangan dan kesedihan seolah menyeruak begitu saja ke dalam relung-relung bathin seolah tanpa ada yang memerintahkannya.

Sejauh yang saya amati, lama bertahannya satu suasana di bathin itu tidak bertahan lama, durasinya hanya sekitar 1-3 hari jika dibiarkan secara alami. Namun jika kita memikirkan terus menerus pencetusnya, suasana bathin itu akan bertahan lebih lama.

Dari fenomena ini, kita sebenarnya dapat menciptakan suasana bathin yang kita inginkan, baik pencetus yang kita buat dari eksternal mau pun internal sendiri (inner self).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s