Waspada terhadap tipu daya nafsu

Ketika kita lebih memilih jalan fujur, maka waspadalah karena tipu daya nafsu akan sangat memperdaya. Nafsu yang seyogyanya menjadi ‘kendaraan’ kita untuk menuju Nya (yaitu Nafsu yang dirahmati Allah) akan menjadi hidden enemy dalam diri.

Dalam posisi nafsu yang lebih dominan, akal dan jasad menjadi terbelenggu. Bahkan pada tingkatan tertentu, kita (baca: ego) merasa bahwa tindakan yang diambilnya adalah paling benar. Dalam posisi ini, segala tindak tanduk kita notabene hanya diarahkan untuk memuaskan nafsu itu. Segala nasehat dan tausiyah tidak ‘mempan’ lagi untuk menyadarkan sang ego. Jadilah sang ego menjadi diri yang sombong dan angkuh dan ‘hati’ menjadi keras (tertutup/kufur) sehingga sangat sulit untuk menerima kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s