menahan hawa nafsu dan keinginan

Sebenarnya perjuangan menahan hawa nafsu dan keinginan berlangsung terus menerus sepanjang kehidupan ini karena hawa nafsu itu satu paket dengan penciptaan jasad kita. Selama masih bernafas, hawa nafsu akan terus menyelimuti tubuh kita. Di sini kita belum berbicara peran Iblis yang menggoda kita lewat jalur nafsu.

Nafsu-nafsu ini memiliki tingkatan-tingkatan atau lapisan-lapisan tidak terbatas, dari yang terhalus sampai yang paling mudah dikenali. Setiap detik nafsu-nafsu ini muncul menggoda diri kita dalam bentuk bisikan-bisikan halus yang masuk ke rongga dada. Untuk mengenalinya tidak mudah karena nafsu diibaratkan seperti uap yang beredar seluruh tubuh. Minimal kita bisa mengenali apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh sang nafsu tersebut.

Nafsu itu mewakili aspek kebumian manusia yang selalu berusaha mempertahankan eksistensinya di bumi ini dan diwakili dalam bentuk ego. Hal ini berkebalikan dengan ruh kita yang merupakan aspek langit yang ditiupkan ke jasad ketika kita masih sebagai janin di dalam rahim. Nafsu cenderung berusaha mencari kepuasan sendiri dan kadangkala mengesampingkan nalar sehat, sehingga nafsu yang dominan akan mempengaruhi akal untuk terus mengikuti keinginannya.

Peran akal yang seharusnya menjadi pengambil keputusan dan tindakan atas kebenaran yang diyakini menjadi bergeser hanya sebagai jembatan bagi munculnya perilaku kebinatangan yang asalnya dari nafsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s