Bersyukur, Mudah Diucap Namun Sulit Dijalankan

Ketika apa yang Anda dapatkan atau pun Anda alami tidak sesuai keinginan di awal, maka akan muncul rasa kecewa, tidak puas, dan keluh kesah disertai rasa penyesalan. Jika perasaan-perasaan seperti itu muncul, obatnya sederhana dan gratis, yaitu “bersyukur”.

Sebenarnya bukan Anda yang memunculkannya. Secara lumrah, perasaan-perasaan yang bernada ketidakpuasan itu merupakan respon alami yang muncul dan mengisi dada dan jika dibiarkan akan menjadi santapan nafsu ammarah.

Nah, kenapa Anda dianjurkan bersyukur?
Ketika Anda mulai bersyukur, hal pertama yang Anda dapat adalah memposisikan keseluruhan jati diri Anda pada “nothingness”, bahwa Anda sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Jadi apa pun yang Anda peroleh adalah pemberian dari Yang Maha Pemberi. Sehingga dengan bersyukur kita mengapresiasi segala pemberian dariNya. Dan melalui kitab sucinya, Sang Maha Pemberi telah berjanji untuk menambahkan nikmat jika kita senantiasa bersyukur.

Selain itu, dengan bersyukur, Anda menghargai bahwa sekecil apa pun pemberian tentu mengandung keberkahan. Sehingga dengan lapang dada kita akan menyambut pemberian-pemberian berikutnya yang tidak terbatas. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Namun, bukan perkara gampang menjalani kehidupan dengan “full rasa syukur”, selalu ada cobaan dari segala arah untuk mengelincirkan kita ke arah kufur nikmat. Oleh karena itu posisikan jati diri Anda secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s