Bagaimana Pasrah kepada Allah

Saya percaya dan yakin bahwa kita semua memahami betapa peliknya problem kehidupan yang hampir dialami oleh setiap orang belakangan ini. Mulai dari problem pekerjaan, keuangan, rumah tangga, lingkungan, dan lain-lain. Setelah berusaha sekuat tenaga mengatasi problem-problem yang ada, sampai-sampai hampir putus asa karena belum menemukan solusinya, di antara kita acapkali mengucapkan kata pasrah dalam menyikapinya, “Pasrah aja deh, mo gimana lagi…” kira-kira seperti itu. Sikap pasrah yang dibahas di sini bukanlah sikap pasrah dalam pengertian yang sifatnya pasif dan menunggu, tetapi yang lebih merupakan sikap mental yang mengedepankan God-oriented (orientasi ketuhanan), dimana setiap saat kita senantiasa berserah diri kepada Allah dan meminta petunjukNya atas semua persoalan yang dihadapi. Sehingga kita dapat mengambil keputusan secara tepat dari segala sisi dengan resiko yang terukur, dan tentu saja dengan harapan setiap langkah yang kita ambil diridhoiNya.

Untuk bisa bersikap pasrah, tekniknya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara meraih rasa tenang. Berhentilah sejenak dari kesibukan Anda saat ini, dan carilah tempat yang suasananya tenang. Mula-mula ambillah posisi duduk dalam keadaan rileks. Usahakan punggung ditegakkan, dan kaki dalam posisi lurus. Lalu mulailah menarik nafas secara perlahan-lahan (sekitar 5 detik) dan hembuskan perlahan pula. Lepaskan segala pikiran dan perasaan dan niatkan untuk mengembalikan segalanya hanya kepada Allah seraya memohon pertolongan dan petunjukNya.

Bagi Anda yang peka, tak berapa lama kemudian perlahan-lahan seperti dibimbing untuk mengucapkan lafadz dzikir tertentu, seperti “Allah.. Allah..”,”Laailaahaillallaah…”,dll. Ikutilah bacaan itu. Secara perlahan akan ada sensasi rasa dingin di sekitar dada. Kadangkala disertai rasa kedutan di tangan, kaki, atau bagian tubuh yang lain. Sejenak berikutnya biasanya akan timbul rasa kantuk, mulai dari kantuk biasa sampai kantuk yang menyebabkan kita tertidur.

Sejurus kemudian tubuh terasa lebih ringan. Dada seolah menjadi lebih lapang tanpa tersekat oleh tubuh fisik. Ada rasa hening menyelimutidan tubuh serasa berada di tengah alam semesta yang luas. Dalam keadaan ini pengaruh ego (kepentingan diri) akan melemah.

Setelah lepasnya semua beban dan keterikatan dengan pengembalian sepenuh jiwa kepada Allah, kita dapat memohon petunjuk agar diberi kemudahan dan hal terbaik dalam kehidupan.

Jangan lupa usahakan selalu mengingatNya (bisa dalam bentuk dzikir maupun memikirkan tanda-tanda kekuasaanNya) di setiap waktu agar kedekatan kita denganNya semakin bertambah.

Semoga Allah memberikan petunjukNya kepada kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s