Dia lebih dekat dari urat leher kita

Aku jauh.. Engkau jauh
Aku dekat.. Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertaruh

Paragraf diatas adalah sepenggal lirik lagu berjudul Tuhan yang dipopulerkan oleh grup Bimbo yang merupakan salah satu dari sekian banyak grup legendaris di tanah air.

Dalam sebuah ayat Alqur’an disebutkan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher kita. Lalu mengapa kita kadang merasa jauh denganNya?

Jauh dekatnya kita kepadaNya dipengaruhi oleh kecenderungan ke arah mana jiwa kita berkiblat. Ketika jiwa lebih memilih aspek ruhiyah maka jiwa akan diliputi rasa dekat dan tentram bersamaNya. Bukankah ruh itu dari amr Tuhan kita yang tentu mengenal Tuhannya sejak persaksian sebelum ditiupkan ke jabang bayi.

Sebaliknya, ketika jiwa lebih terbuai dengan godaan hawa nafsu, maka kita mengambil jarak denganNya lantaran hijab yang pekat meliputi. Hawa nafsu seolah didesain untuk menentangNya. Hawa nafsu ditanamkan satu paket dengan raga yang diciptakan dari tanah liat yang diberi bentuk dan dibakar seperti tembikar.

Kedekatan kita kepadaNya digambarkan melalui simbolisasi hati sebagai cermin seperti dalam lirik lagu Bimbo tadi. Cermin yang bersih akan memantulkan cahaya kebenaranNya sehingga si pemilik hati menjadi cenderung untuk selalu dekat denganNya. Sementara hati yang kusam penuh noda hawa nafsu mengaburkan penglihatan bathin terhadap kemutlakanNya yang secara ekstrim menggelincirkannya kepada derajat asfala safilin, lebih rendah dari binatang ternak. Kenyataanya, kebanyakan manusia terombang-ambing di antara bisikan ruhiyah dan bisikan hawa nafsu.

09062011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s