Cara meraih rasa tenang

Tidak dapat dipungkiri bahwa sifat tergesa-gesa dan penuh emosi seringkali merugikan diri kita sendiri. Keputusan yang diambil dengan kondisi jiwa sedang bergejolak bisa mengakibatkan dampak yang kurang menyenangkan yang kadangkala datangnya bertubi-tubi seperti gelombang. Untuk itu, idealnya dalam setiap situasi, seharusnya kita bisa menghadapi segala personalan dengan hati yang tenang dan kepala dingin, betapa pun bergejolaknya emosi yang mungkin timbul pada saat itu. Lalu bagaimana caranya meraih rasa tenang di hati agar kita tidak gegabah dalam mengambil keputusan?
Sebenarnya menurut hemat penulis, cara meraih rasa tenang itu mudah.
Pertama, rasa tenang itu bisa muncul tiba-tiba dan merupakan anugrah dari Sang Pencipta. Kalo bicara rasa tenang itu seperti apa, sensasinya di tubuh kita seperti dialiri energi lembut dari arah dada dan menyebar ke seluruh tubuh. Rasa tenang seperti ini bisa berlangsung sesaat atau pun bisa bertahan lama. Untuk bisa memeliharanya kita perlu selalu berusaha menyelaraskan hati, pikiran, dan tindakan kita sejalan dengan misi dan visi yang ingin dicapai dan tentu sesuai dengan perintahNya.
Kedua, rasa tenang yang diusahakan dengan latihan. Untuk latihannya ada banyak sekali metode yang bisa dicoba. Secara sederhana adalah bagaimana kita dapat melewati segala bentuk lintasan pikiran dan perasaan untuk sampai pada suasana hening. Sensasinya seperti berada di tengah-tengah alam semesta yang luas tanpa batas dan terasa keheningan yang mendalam. Jika sudah terbiasa, kita dapat melakukannya kapan dan dimana saja. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Carilah tempat yang cukup hening, lalu rilekskan tubuh, sebaiknya dalam keadaan duduk supaya nantinya tidak tertidur 
2. Pasrahkan diri kepada Sang Pencipta, lepaskan semua beban pada tubuh, pikiran, dan perasaan.
3. Kesadaran kita akan bergerak dari sensasi-sensasi ketubuhan serta seperti menikmati hiruk pikuk peristiwa-peristiwa yang berlalu begitu cepat, lalu emosi dan lintasan pikiran yang campur aduk. Lewati semua dengan kepasrahan dan jangan sampai terjebak mengikuti arus pikiran dan perasaan. Hal ini membutuhkan waktu 5 menit sampai 30 menit.
4. Selanjutnya kesadaran kita akan berada di area keheningan. Sensasi di area ini bermacam-macam, salah satunya seperti berada di tepi pantai yang hening.
5. Ucapkan syukur atas anugerahNya telah diberi rasa tenang.
6. Lanjutkan dengan aktivitas yang Anda ingin kerjakan dengan kesadaran tetap berada di area keheningan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s