Menyikapi masa lalu

Setiap hari yang kita lewati menjadi masa lalu atau sejarah. Walau sudah bertahun-tahun berlalu, peristiwa di masa lalu kadang dengan sengaja atau tidak kita hadirkan kembali ke memori kita. Entah hanya untuk mengenangnya atau mengambil pelajaran darinya.

Namun kita mesti hati-hati mana kala kenangan masa lalu itu muncul lengkap dengan suasana emosinya sehingga berpotensi mempengaruhi semangat dan emosi kita saat ini. Terlebih lagi jika pengalaman itu terkesan “breaking heart” atau bahkan traumatik. Artinya, ada bagian masa lalu yang memang indah untuk dikenang dan merefresh semangat kita, tapi ada juga bagian masa lalu yang harus disikapi dengan bijak.

Lalu bagaimana cara menyikapinya jika justru masa lalu yang “breaking heart” mendominansi pikiran dan perasaan kita saat ini? Salah satu caranya adalah dengan senantiasa mengarahkan pikiran dan perasaan kita ke keadaan atau realitas saat ini. Dengan kesadaran “here and now” kita dapat lebih mawas diri menyikapi turbulensi pikiran dan perasaan yang tak pernah henti.

Ketika kenangan yang “breaking heart” itu muncul, biarkan sejenak ia muncul, karena ia adalah bagian dari diri kita juga. Kalo mengikuti hukum sebab akibat, mungkin kemunculannya dipicu oleh peristiwa tertentu yang sedang kita alami atau bisa pula secara tiba-tiba.

Dengan kesadaran “hear and now” tadi, kita coba lakukan dialog (inner speech) dengan kenangan tsb., ucapkanlah terima kasih atas kedatangannya dengan sikap lapang dada dan apa adanya. Karena kenangan tsb. memang sulit untuk diubah, namun cara kita menerima keberadaannya jauh lebih penting. Mau tidak mau kenangan tsb. punya andil membentuk jati diri kita hingga seperti sekarang ini. Dengan bahasa sederhana, cobalah senantiasa berdamai dengan masa lalu.

Tentu Anda punya cara lain menyikapi masa lalu ini, jika tidak keberatan silakan dishare disini…

5 responses to “Menyikapi masa lalu

  1. kenangan tsb mari dijadikan pembelajaran bg kita semua

    @hanggadamai : iya mas setuju.. untuk perubahan yang lebih baik ya

  2. masa lalu memang sudah lewat,
    tapi bukan berarti kita lantas meremehkannya,
    sikapi dengan tepat & ambil yang bermanfaat untuk kita
    btw saya suka point “ucapkanlah terima kasih atas kedatangannya dengan sikap lapang dada dan apa adanya”
    thanks for sharing!

    • @Chacha: Benar sekali, dengan kata lain masa lalu adalah pembelajaran, seperti yang sering kita dengar, “pengalaman adalah guru yang terbaik”

      Terima kasih telah berkunjung di blogku…

      Salam hangat,
      Akmal

  3. ini yg gw cari
    thx sharing nya !!!
    berguna bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s