Posted on Juni 11, 2008 by akmalhasan
Kita perlu bersikap hati-hati di saat kenyataan yang berakhir dengan kegagalan hadir menghantui diri kita. Jika diibaratkan, keberadaannya seperti kabut hitam di sekeliling kita yang menutupi pandangan. Jika dibiarkan, hal ini akan memporakporandakan stabilitas state of mind dan akan cenderung melahirkan emosi-emosi negatif. Emosi negatif ini bisa mengarah ke diri sendiri atau pun ke luar diri menjadi rasa amarah atau pun putus asa. Selagi kabut hitam ini mengelilingi, hembusan-hembusan perasaan dan pikiran negatif akan serta merta mengkompori dan kadangkala bisa memperparah keadaan dan semakin menjauhkan objektivitas permasalahan dan melemahkan persepsi untuk memandang kenyataan secara jernih. Seperti virus komputer, emosi dan pikiran negatif ini akan cepat menyebar dan menyerang kondisi psikis mau pun fisik, sehingga perlu dikarantina untuk kemudian di-clean.
Kalo kita amati cara kerja pikiran, pada satu saat, pikiran sadar kita terkondisi dalam satu state/keadaan, apakah positive state atau negative state. Kecenderungannya adalah ketika berada pada positive state, pikiran akan cenderung menghasilkan atau pun mengundang pikiran-pikiran positif lainnya, demikian pula sebaliknya. Mirip seperti fenomena bola salju yang menggelinding dari puncak bukit bersalju.
Meminjam istilah dalam LoA (Law of Attraction), dikatakan bahwa “like attracts like”. Jika kita awal hari dengan positif dan bahagia, maka kita cenderung menarik hal-hal positif ke pada diri kita. Jika kita awali hari dengan kesan negatif dan buruk, bukan tidak mungkin kita akan mengalami hal-hal buruk yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu seyogyanya kita tidak mudah terpengaruh dengan kondisi atau peristiwa di luar diri kita yang mengakibatkan kondisi pikiran terombang-ambing tak menentu. Dengan adanya kesadaran, maka kita bisa memilih dan membolehkan pikiran mana yang boleh hinggap dan bekerja untuk kita. Dengan kata lain, sebenarnya kita memiliki kemampuan inherent untuk mengendalikan pikiran. Hanya saja kemampuan ini perlu dilatih dan dibiasakan.
DIarsipkan di bawah: Obrolan Ringan | Ditandai: kegagalan, mind, pikiran | 2 Komentar »
Posted on Juni 10, 2008 by akmalhasan
Forum Pembaca Blog yang budiman, mohon maaf bila humor ini pernah terbaca sebelumnya…
Surat dari seorang istri …
Abang tersayang,
Bersama ini surat aye mo mohon pamit nih sama abang sebab mumpung liburan sekolah ini aye mo antar anak-anak jumpa kakek neneknya di kampung. abang tak perlu lah nganter, aye dan anak-anak naik bis aja. Abang jagalah diri abang dan motor kesayangan abang itu baik-baik.
Aye mo ceritakan sdikit sih uneg-uneg aye disini bang.. maapin sebelomnya ye…
Motor abang itu walau harganya 12 jutaan kayak kagak mahal, tapi abang sudah habiskan semua duit tabungan kite yang tadinya buat persiapan kalo anak kite nglanjutin skolahnye. tiap-tiap pagi dan malam kerjaan abang cuman gosok itu motor…aye didiemin sendirian aje kagak pernah digosok-gosok..tiap pagi abang ucap slamet pagi ke itu motor, tapi ke aye senyum aja kagak… sejak punya motor itu abang hampir tiap minggu ada saja aksesori yang abang belikan buat
motor itu..ke aye hadiah ulang tahun yang setaun sekali aja kagak pernah lagi…
Tiap minggu sekarang abang pasti hilang, alasan ke bengkel lah ke kampakan lah, kumpul-kumpul temen yang punya motor sama lah..adddaaaa aja yang dilakukan untuk si motor.. sedang aye ama anak-anak minta diajak ke kolam renang sekaliii aja cuman dijanjiin melulu… abang gosok tu motor tiap hari sampai berkilat-kilat..tapi kalo aye pakai bedak dikiiit aja abang kate tak sadar diri.. anak kita kalo pegang2 itu motor abang tereak2nya kenceng banget, takut kegores…..giliran kaki aye masuk got depan rumah abang malah tertawa terbahak-bahak… abang juga sampai tega tidur disebelah motor itu karena takut motor diambil maling… tapi aye tidur sendirian abang kagak peduli…
Oke lah bang, tak apa lah, jaga diri abang baik-baik ya.. sampai ketemu lagi nanti setelah liburan selesai. Oya, jangan lupa ya bang suruh motor abang tu masak masakan kesukaan abang, suruh motor itu cuci pakaian abang, suruh motor itu setrika baju abang, suruh motor
itu beberes rumah, suruh motor itu belanja ke pasar, suruh motor itu pijetin badan abang dan suruh motor itu temani abang tidur…
Hahahahaha….mudah2an kita semua gak demikian adanya.
*dikutip dari milis tetangga….
DIarsipkan di bawah: Humor | Ditandai: Humor, istri, motor, surat | 3 Komentar »
Posted on Juni 10, 2008 by akmalhasan
Berkontemplasi sejenak untuk menyaksikan kesibukan makhlukNya adalah amat menyenangkan. Di antara kesibukan tsb., seolah DIA berkata “Hai, inilah Aku. Aku ini Tuhanmu yang senantiasa menebarkan Rahmat. Tiada yang cacat dalam ciptaan-ciptaanKu. Kuberikan mereka hak dan nafas untuk sedikit menikmati dunia yang Aku ciptakan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Segala kemungkinan, segala kejadian DIA tebarkan untuk kita cermati dan pahami sebagai pelajaran dan tanda-tandaNya. DiberikanNya rasa keakuan pada makhluk untuk mencicipi bagaimana rasanya mengaku dan mengada.
Sungguh nikmat sekali merasa ada, merasa berkesadaran, merasa memiliki, merasa menjadi bagian dunia, merasa menjadi khalifah, merasa bisa merengkuh bintang di langit. Juga bisa merasa haus, lapar, dingin, panas, sedih, gembira. DiberikanNya lorong bagi pintu masuk informasi (panca indera), melihat sejuta warna, mendengar sejuta nada, mengecap sejuta rasa, mencium sejuta wewangian,merasakan sejuta kelembutan. Sang Ruh yang turun ke bumi, menghidupkan sang bathin dan sang jasad. Bagai lampu-lampu kota menghidupkan suasana kota ketika malam tiba.
Terpaan jutaan informasi yang tadinya tidak dimengerti sama sekali, mulai dicerna oleh akal. dengan proses belajar, akal mulai mengingat dan memahami segala fenomena yang ada. Selanjutnya, kisah peradaban manusia mengukir sejarahnya masing-masing. Segala macam peran dimainkan, membuat dunia ini penuh warna. Dari jaman batu menhir hingga jaman batu batere yang setia menemani telepon genggam. Sebuah kisah perjalanan umat manusia yang mengharu biru. Hingga timbul pertanyaan, sebenarnya apa sih yang kita cari dalam hidup ini?
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: hidup, kontemplasi | 3 Komentar »
Posted on Juni 4, 2008 by akmalhasan
Seorang programmer mengirimkan surat berikut :
Yth. Customer Support :
Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade
program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata
program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0
dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga lainnya. Hal ini tidak
dicantumkan di brosur produknya.
Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan
dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor
semua aktivitas system seperti sebuah Virus. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Humor | Ditandai: Humor, idaman, istri, it, pakar | 5 Komentar »
Posted on Juni 4, 2008 by akmalhasan
Tanpa bermaksud mendeskriditkan seseorang, pagi ini seorang teman mengirimkan tips googling yang mungkin bermanfaat:
Coba lakukan langkah-langkah berikut ini:
1. Buka HYPERLINK “http://www.google.co.id”
2. Ketikkan “temukan roy suryo” tanpa tanda kutip pada kolom pencarian
3. Klik tombol “Saya Merasa Beruntung”
4. Apa jawab Google?
DIarsipkan di bawah: Humor | Ditandai: googling, Humor, tips | 1 Komentar »
Posted on Juni 3, 2008 by akmalhasan
Today’s joke 1:
> Ketika kau akan pergi jauh hati ini rasanya tercabik cabik, hatiku bagai tak rela melepaskanmu pergi
> karena kamu MASIH PUNYA HUTANG KEPADAKU.
Today’s joke 2:
> Aku suka banget lihat kamu, baik, setia, ceria, tidak suka ngambek.
> Tapi aku paling sebel kalau ngajak kamu ngomong, jawabnya pasti, “Guk.. !”.
Today’s joke 3:
> Waktu gw susah elo ada disamping, waktu gw sedih elo selalu menemaniku,
> waktu gw lagi berduka elo tetap bersamaku,
> hingga gw jadi berpikir… “Jangan2 Elo pembawa sial”
Today’s joke 4:
> Selamat! Anda terpilih sebagai peserta terbaik krn punya badan sehat, mata sehat, kulit bersih dan cukup umur.
> Nantikan kami akan segera menjemput Anda.
> – Panitia Qurban -
DIarsipkan di bawah: Humor | Ditandai: Humor, joke | 1 Komentar »
Posted on Juni 3, 2008 by akmalhasan
Menuju ketiadaan (fana’) seperti mematikan ’saklar-saklar’ yang terhubung ke dunia luar (panca indera), mematikan segala gejolak hawa nafsu, mematikan fikiran, mematikan rasa. kalo masih ada nafsu/fikiran/rasa yang muncul, sadari saja keberadaan mereka. Ini seperti simulasi kematian fisik. Apa kira-kira yang kita dapati dalam keadaan ini? hening, sunyi, sepi sendiri, ada gelap,ada terang. Intinya KEHENINGAN. Diam tak bergeming di awang-awang, bagai berada di tengah-tengah gumpalan awan yang lembut. sejauh ‘mata’ memandang, tak terlihat apapun selain fenomena gelap/terang. sejauh ‘telinga’ mendengar, tak terdengar apapun selain kesunyisenyapan.
Pada saat datangnya kematian, dunia seolah menangisi kita, padahal sesaat kemudian kita telah diacuhkan dan dunia kembali sibuk dengan perputarannya, kecuali orang-orang terdekat yang senantiasa mendoakan. Jasad diusung hingga ke liang lahat dan akhirnya terkubur. Sang jiwa pun kebingungan tak tahu harus kemana. Dia hanya bisa melihat kesibukan orang-orang yang mengantarkannya ke tempat peristirahatan fisiknya yang terakhir. Tak berapa lama kemudian dia akan merasakan kesunyian itu dan bertanya “Mau kemana diriku dalam kehidupan baruku ini?”.
Jika tidak ada penunjuk jalan atau minimal penerima tamu, tentu dia akan terhenyak dan berdiam diri saja. Tak berapa lama kemudian dua sosok malaikat pendamping selama hidupnya menemuinya, setelah sebelumnya Malaikat Izroil mencabut nyawanya. Sungguh kehidupan di alam barzakh amat menyiksa dan berat jika tidak ada Cahaya Allah, bagai anak ayam kehilangan induknya. Sekarang dia menyadari jiwanya dengan kesadaran yang lebih cermat dari sebelumnya. “Oh ini toh diriku yang dulu dibungkus jasad fisik, sungguh malang diriku yang menyia-nyiakan waktu untuk amal shaleh/dharma”. Ingin rasanya ia kembali ke kehidupan dunia untuk menghiasi jasad fisiknya dengan perbuatan terbaik. Dia menyesali kesalahan-kesalahan selama hidup di dunia.
Kesadaran jiwa yang bisa dirasakan adalah buah dari benih-benih perbuatan di kehidupan dunianya. Telah hilang semua kebanggaan atas apa-apa yang pernah ‘dimiliki’nya selama hidupnya. Sesungguhnya dia memasuki kehidupan baru tanpa disertai tubuh fisik saat di dunia. Tubuhnya kini adalah tubuh cahaya, percikan dari cahayaNya. Jika jiwanya bersih dan tersucikan, cahaya ini terang namun lembut. namun jika jiwanya kotor, cahaya ini kusam dan kotor. Agar kita tidak tersesat, maka raihlah kesadaran Tauhid, kesadaran yang bertumpu hanya kepada Allah, bukan pada makhlukNya.
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: fana, fisik, mati, tauhid | 4 Komentar »
Posted on Juni 2, 2008 by akmalhasan
Kalo diamati, kondisi lalu lintas khususnya hari Senin pagi, selalu lebih macet dan semrawut dari hari-hari kerja lainnya. Contohnya hari ini, dibutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam melintasi Tol Jakarta-Cikampek dari KM++16 (Bekasi) hingga kawasan Sudirman-Thamrin. Lalu lintas amat padat merayap. Berhubung naik bus kota, waktu tersebut relatif lebih cepat jika naik kendaraan pribadi. Tentu Anda tahu gimana tabiat awak pengemudi bus, – biarpun di jalan tol – akan tetap cenderung zigzag mencari celah untuk terus tancap gas yang kadang membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Barangkali penyumbang macet adalah karena Senin merupakan hari kerja permata dimana semua aktivitas ke luar rumah di mulai. Dengan penuh semangat, semua bergegas menuju tempat tujuan urusannya. Penyebab lainnya adalah menumpuknya arus kendaraan para commuter dari arah Cikampek atau Bandung. Ada juga mobil mogok (kelihatannya dari luar kota) tepat di lajur paling kanan turut menambah kemacetan. Belum lagi tepat di Semanggi terlihat ada adu cekcok antara kendaraan pribadi dengan metro mini. Biasanya sih karena saling srempet.
Bagi Anda yang ingin menghindari macet ini, usahakan melintas di rute tsb. sebelum jam 06.00 pagi sebelum kepadatan arus terjadi. Atau Anda juga pengalaman tentang macet? Silakan berbagi disini.
DIarsipkan di bawah: Obrolan Ringan | Ditandai: lalu lintas, macet, senin | 5 Komentar »
Posted on Mei 29, 2008 by akmalhasan
Kenaikan harga BBM 2008 yang diumumkan pemerintah pada tanggal 23 Mei 2008 langsung disambut “meriah”, ada beberapa kemeriahan yang bisa kita lihat:
1. Antrian panjang kendaraan bermotor di SPBU-SPBU
2. Antrian warga yang tergolong miskin di tempat-tempat pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai)
3. Demo penolakan kenaikan BBM di Ibukota dan beberapa daerah
Pasca kenaikan ini diikuti oleh naiknya tarif angkutan umum lengkap dengan demo para pekerja/sopir angkot. Dari pengamatan saya di lapangan (tiap hari PP naik kendaraan umum) kenaikannya berkisar 15-25%. seolah tak mau kalah, tarif jalan tol Jakarta-Cikampek juga akan dinaikan mulai Jumat tengah malam (30 Mei 2008) dengan kenaikan sekitar 12%. Dari pemberitaan, kabarnya harga-harga sembako juga mulai merangkak naik.
Bagi masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah, tentu kenaikan ini akan cukup membebani pengeluaran rutin, sementara penghasilan cenderung tetap. Bagi para pekerja, tentu akan sangat membantu jika penghasilan juga otomatis naik sepadan dengan kenaikan BBM dan barang/jasa yang mengikutinya. Tapi ini bukan hal mudah dan mungkin baru sebatas harapan, karena sangat tergantung dengan anggaran tahunan perusahaan masing-masing. Bagi para enterpreneur, tentu akan memutar otak agar roda keuntungan tetap stabil.
DIarsipkan di bawah: Obrolan Ringan | Ditandai: BBM, kenaikan, harga, barang, jasa | 6 Komentar »
Posted on Mei 28, 2008 by akmalhasan
Bagi saya yang masih ijo dalam dunia blogging plus masih ngandelin koneksi internet lewat kantor, praktis aktivitas blogging sangat tergantung dengan load kerjaan. Apalagi akhir-akhir ini banyak kerjaan yang memasuki waktu tenggat (deadline)…pyuuh! benar-benar melelahkan. Ditambah lagi ide untuk nulis jadi ikut-ikutan paceklik, karena energi otak kesedot ama kerjaan.
Nah saya butuh saran dari rekan-rekan yang tentu sudah makan asam garam blogging gimana caranya agar saya tidak dihadapkan pada pilihan salah satu, ngeblog atau kerja, tapi keduanya bisa tetap berjalan. Terima kasih sebelumnya.
DIarsipkan di bawah: Obrolan Ringan | Ditandai: kerja, ngeblog | 4 Komentar »