Bagaimana Pasrah kepada Allah
Tentu Anda paham betapa peliknya problem kehidupan yang hampir dialami oleh setiap orang belakangan ini. Saking betenya, diantara kita acapkali mengucapkan kata pasrah dalam menyikapinya, “Pasrah aja dah, mo gimana lagi…” kira-kira seperti itu. Pasrah yang dibahas di sini bukanlah pasrah yang bersikap pasif dan menunggu, tetapi sikap pasrah yang merupakan sikap mental yang mengedepankan God-oriented, dimana kita senantiasa menyerahkan diri kepada Allah dan meminta petunjukNya atas semua persoalan yang dihadapi. Sehingga kita dapat mengambil keputusan secara tepat dari segala sisi dengan resiko yang terukur, dan tentu saja dengan harapan diridhoiNya.
Untuk bisa bersikap pasrah,tekniknya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara meraih rasa tenang. Carilah tempat yang suasananya tenang. Mula-mula ambillah posisi duduk dalam keadaan rileks. Tarik nafas perlahan dan hembuskan perlahan pula. Lepaskan segala pikiran dan perasaan dan niatkan untuk mengembalikan segalanya hanya kepada Allah seraya memohon pertolongan dan petunjukNya.
Bagi Anda yang peka, tak berapa lama kemudian perlahan-lahan seperti dibimbing untuk mengucapkan lafadz dzikir tertentu, seperti “Allah.. Allah..”,”Laailaahaillallaah…”,dll. Ikutilah bacaan itu. Secara perlahan akan ada sensasi rasa dingin di sekitar dada. Kadangkala disertai rasa kedutan di tangan, kaki, atau bagian tubuh yang lain. Sejenak berikutnya biasanya akan timbul rasa kantuk, mulai dari kantuk biasa sampai kadangkala menyebabkan kita tertidur.
Sejurus kemudian tubuh terasa lebih ringan. Dada seolah menjadi lebih lapang tanpa tersekat oleh tubuh fisik. Ada keheningan menyeruak dan tubuh serasa berada di tengah alam semesta yang luas. Dalam keadaan ini pengaruh ego akan melemah.
Setelah lepasnya semua beban dan keterikatan dengan pengembalian sepenuh jiwa kepada Allah, kita dapat memohon petunjuk agar diberi kemudahan dan hal terbaik dalam kehidupan.
Posted with WordPress for BlackBerry.