Memancing Rezeki dengan Sedekah

Seorang konsultan yang berprofesi sebagai peternak kambing, kuda, dan sapi membeberkan salah satu tips memancing rezeki supaya datang kepada kita, yaitu dengan sedekah.

Tipsnya sederhana, yaitu tentukan nominal rezeki (baca: uang) yang ingin kita peroleh, misalnya 2 juta rupiah. 10% dari nilai tersebut kita sedekahkan ke anak yatim yang usianya di bawah sepuluh tahun, yaitu sebesar 200 ribu rupiah. Penyerahan uang 10% ini sebisa mungkin diserahkan langsung ke anak yatimnya (biar gak dipotong sana sini kali ya hehe). Nah, pada saat penyerahan, sampaikan maksud atau hajat kita dan minta didoakan oleh anak yatim tsb. agar terkabul.

Sebenarnya tips ini bisa diaplikasikan untuk hajat lainnya, seperti kesembuhan dari penyakit, agar enteng jodoh, naik jabatan atau dipromosikan, dll.
Nah untuk hajat naik jabatan, disarankan menyedekahkan uang sejumlah satu kali gaji yang terakhir.

Jika setelah melakukan sedekah rejeki tidak juga datang seperti yang diinginkan, bersabarlah dan tetaplah mengedepankan keikhlasan, mudah-mudahan rejeki yang dinanti datang dari arah yang tak terduga.

Selain sedekah dengan perhitungan matematis diatas, saya terinspirasi dengan penyampaian ustad Heri Herwibowo, bahwa sebaiknya kita menyedekahkan harta yang kita cintai. Jadi ketika biasanya kita bersedekah melalui kencleng musholla/mesjid dengan uang logam seribuan, mulailah bersedekah dengan uang kertas yang nilainya lebih besar (Rp. 2000, 5000, dst.) sampai ke nominal terbesar (misalnya Rp. 100.000). Atau bisa juga sedekahkan harta benda semacam jam tangan, perhiasan, dll. lalu kemudian bisa dilelang dengan nominal uang tertentu. Dari sini kita dapat melatih tingkat keikhlasan dan keyakinan kita bahwa apa yang kita sedekahkan akan dikembalikan oleh Allah dengan nilai yang berlipat ganda.

Diantara Anda ada yang sudah pernah melakukannya? silakan share testimoni Anda disini.

jaga jarak aman terhadap masalah

Mungkin banyak diantara kita masih merasa kesulitan ketika masalah datang, apalagi jika datangnya bertubi-tubi. Bisa jadi kita stress dan bingung gimana mengatasinya. Lalu gimana solusinya?
Yang paling penting adalah usahakan Anda selalu dalam kondisi tenang ketika masalah apa pun datang. Jangan langsung menuruti respon emosi yang muncul begitu saja di pikiran/perasaan. Biarkan emosi-emosi itu mengalir dan jangan lakukan tindakan apapun, cukup cermati keadaan.
Usahakan pula otak/pikiran tetap dalam keadaan rileks agar solusi yang muncul dari intuisi dapat dicerna dan diterjemahkan dalam tindakan yang tepat. Oleh karena itu usahakan jaga jarak aman terhadap masalah. Karena sebenarnya manusia itu sudah dilengkapi dengan kemampuan problem solving yg canggih. Bukankah semua penemuan dihasilkan dari otak manusa melalui intuisi? Dan menurut kitab suci, Tuhan tidak akan membebani kita di luar kesanggupan kita. So, tunggu saja datangnya solusi intuitif lalu ambil langkah yang tepat!