Puisi : Rindu Rasulullah
Aku berdiri memandangi gurun nan luas
Langit bertaburan bintang tanpa awan
Angin bertiup timbulkan kepulan debu
Disini, di dataran ini, 1400 tahun lalu
Hidup seorang manusia paling mulia di muka bumi
menjadi panutan akhlaqul karimah
Dialah Rasulullah Muhammad
Wahai Rasul,
Aku tak pernah melihatmu
lantaran terbentang jarak ratusan tahun
Namun di hatiku
Kau nampak sangat dekat
dan tetap mengajari segenap manusia
Engkau tetap hidup di hati orang-orang mukmin
hingga akhir jaman
Wahai Rasul,
Kerinduan padamu senantiasa merasuk hati kami
Mampirlah sejenak ke dalam dada kami
dan ajarilah kami kebenaranNya
Puisi : Ramadhan
Pintu langit tiba-tiba terbuka lebar
Sebagai tanda akan datangnya rahmat
dari tamu agung bernama Ramadhan
Barisan malaikat berjejer
menyambut kedatangan manusia
yang telah merindukan Ramadhan
Satu demi satu berbaris memasuki gerbangnya
menerima perintah langsung
Puasa ini antara kau dan Aku
untuk kembali menjadi fitrah
Kegelapan terbelenggu untuk sementara waktu
Nafsu pun tertambat tanpa tenaga
mencari celah untuk tetap menggoda
Namun sulit, karena penjagaan di setiap sudut
Kitab suci diturunkan di malamnya
Peperangan dimenangkan di hari-harinya
Nafas para shaimin seharum kesturi
tidurnya pun ibadah
malamnya penuh berkah dipuncaki Lailatul Qadar
Tak ada yang ingin kau berlalu
karena keagunganmu
dan manisnya iman yang diraih
Dunia adalah Ladang Akhirat
Kehidupan kita di dunia ini sifatnya sementara untuk selanjutnya menuju akhirat. Sering dikatakan bahwa kehidupan di akhirat adalah kehidupan yg sesungguhnya.
Lalu untuk apa kita hidup di dunia? dunia adalah ladang akhirat, yaitu tempat kita menanam benih dan bercocok tanam kebajikan, oleh karena itu sebagai hamba Allah kita perlu melakukan hal-hal berikut selagi hidup di dunia:
¤ setiap saat mengingat Allah
¤ meluruskan niat hanya krn Allah dan ikhlas hanya untuk Allah
¤ selalu memohon pertolongan dan petunjuk kepada Allah
¤ mengembangkan kualitas hati dan membersihkan hati dari kotoran duniawi dan hawa nafsu
¤ beribadah sesuai sunnah (wudhu,shalat,zakat,puasa,haji)
¤ memperbanyak amalan sunnah
¤ memperbanyak amal shaleh atau kebaikan
¤ mempelajari Al-qur’an
¤ menuntut ilmu dan mengamalkannya secara benar
¤ selalu mensyukuri nikmat Allah
¤ bersahabat dgn orang berilmu
¤ berbuat baik kepada tetangga
¤ mempererat silaturahim
¤ mengembangkan ketrampilan jasadi
¤ bermuamalah dan bergaul secara islami
¤ menjadi pemimpin yang amanah, minimal menjadi pemimpin diri sendiri
¤ menjauhi perbuatan yang sia-sia
¤ menjauhi segala penyakit hati (riya,iri,dengki,sombong)
¤ gemar mengintrospeksi diri
¤ tidak memperturutkan hawa nafsu
Wah… daftarnya lumayan panjang, dan kabar baiknya, ternyata daftar lengkapnya telah ada pada kitab suci Al-quran, hadist shahih, dan kitab -kitab para ulama terdahulu. Semoga Allah senantiasa membimbing dan mengajari kita semua.
Doa 11 Juli 2011
Ya Rabbi
Ku hadapkan diriku
Pada Zat yang menciptakan langit dan bumi
Kuatkanlah dan tambahkan imanku
Jadikanlah aku dalam golongan
Hamba-hambaMu yang bersyukur
Jauhkanlah hamba dari keinginan
yang tidak Engkau ridhoi
dan yang cenderung melalaikanMu
Tetapkanlah gerak hati hamba
Untuk senantiasa tertuju kepadaMu
Ya Allah
Berilah hamba kekuatan untuk selalu mengingatMu
Berilah hamba kesanggupan menjalani ujian dalam kehidupan ini
Bersyukur, Mudah Diucap Namun Sulit Dijalankan
Ketika apa yang Anda dapatkan atau pun Anda alami tidak sesuai keinginan di awal, maka akan muncul rasa kecewa, tidak puas, dan keluh kesah disertai rasa penyesalan. Jika perasaan-perasaan seperti itu muncul, obatnya sederhana dan gratis, yaitu “bersyukur”.
Sebenarnya bukan Anda yang memunculkannya. Secara lumrah, perasaan-perasaan yang bernada ketidakpuasan itu merupakan respon alami yang muncul dan mengisi dada dan jika dibiarkan akan menjadi santapan nafsu ammarah.
Nah, kenapa Anda dianjurkan bersyukur?
Ketika Anda mulai bersyukur, hal pertama yang Anda dapat adalah memposisikan keseluruhan jati diri Anda pada “nothingness”, bahwa Anda sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Jadi apa pun yang Anda peroleh adalah pemberian dari Yang Maha Pemberi. Sehingga dengan bersyukur kita mengapresiasi segala pemberian dariNya. Dan melalui kitab sucinya, Sang Maha Pemberi telah berjanji untuk menambahkan nikmat jika kita senantiasa bersyukur.
Selain itu, dengan bersyukur, Anda menghargai bahwa sekecil apa pun pemberian tentu mengandung keberkahan. Sehingga dengan lapang dada kita akan menyambut pemberian-pemberian berikutnya yang tidak terbatas. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Namun, bukan perkara gampang menjalani kehidupan dengan “full rasa syukur”, selalu ada cobaan dari segala arah untuk mengelincirkan kita ke arah kufur nikmat. Oleh karena itu posisikan jati diri Anda secara tepat.
Seri PM: Bagaimana Cara Berkomunikasi Efektif dalam Proyek
Berikut tips yang diambil dari method123.com mengenai bagaimana cara berkomunikasi efektif dalam proyek:
Ada tiga hal paling umum yang sering menjebak kita dalam bekerja, yaitu email, meeting, dan diskusi. Agar Anda dapat menfokuskan diri pada task list yang telah disepakati, cobalah hal-hal berikut:
1. Email: Mintalah rekan Anda untuk hanya mengirimkan email ketika sesuatu memang harus dilakukan atau sifatnya penting. Anda perlu mengurangi email yang Anda terima setiap hari waktu luang untuk menyelesaikan tugas. “Noise” (karena terlalu banyaknya email yang diterima) membuat komunikasi kurang efektif. Jadi, kurangi mengirim email seminimum mungkin.
2. Meeting: Jadwalkan meeting jika Anda tidak bisa menyelesaikan sesuatu dari diskusi singkat. Kemudian meeting diusahakan hanya melibatkan orang-orang yang mutlak harus hadir. Rencanakan setiap pertemuan dengan menulis agenda dan tentukan tujuan utama terlebih dahulu, jadi tetap terfokus. Usahakan pula to the point dalam membahas hal-hal di dalam meeting. Jangan lupa buat risalah (MoM) atas keputusan yang dibuat. Kirimkan risalah tersebut ke peserta meeting dan pihak lain yang berkompeten. Jangan lupa simpan risalah dalam dokumen proyek Anda.
3. Diskusi: Minimalkan diskusi yang kurang perlu dengan rekan-rekan pada saat jam kerja. Cukup libatkan orang-orang yang berkompeten dalam diskusi. Pastikan rekan kerja yang akan diajak diskusi menyediakan waktunya, supaya alur kerja proyek secara keseluruhan tidak terganggu.
Dengan meminimalkan email, meeting dan diskusi, Anda menghindari semua “noise” yang dapat mengganggu kelancaran proyek. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas Anda, tetapi komunikasi bisnis Anda juga akan lebih efektif.
Bagaimana Pasrah kepada Allah
Tentu Anda paham betapa peliknya problem kehidupan yang hampir dialami oleh setiap orang belakangan ini. Saking betenya, diantara kita acapkali mengucapkan kata pasrah dalam menyikapinya, “Pasrah aja dah, mo gimana lagi…” kira-kira seperti itu. Pasrah yang dibahas di sini bukanlah pasrah yang bersikap pasif dan menunggu, tetapi sikap pasrah yang merupakan sikap mental yang mengedepankan God-oriented, dimana kita senantiasa menyerahkan diri kepada Allah dan meminta petunjukNya atas semua persoalan yang dihadapi. Sehingga kita dapat mengambil keputusan secara tepat dari segala sisi dengan resiko yang terukur, dan tentu saja dengan harapan diridhoiNya.
Untuk bisa bersikap pasrah,tekniknya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara meraih rasa tenang. Carilah tempat yang suasananya tenang. Mula-mula ambillah posisi duduk dalam keadaan rileks. Tarik nafas perlahan dan hembuskan perlahan pula. Lepaskan segala pikiran dan perasaan dan niatkan untuk mengembalikan segalanya hanya kepada Allah seraya memohon pertolongan dan petunjukNya.
Bagi Anda yang peka, tak berapa lama kemudian perlahan-lahan seperti dibimbing untuk mengucapkan lafadz dzikir tertentu, seperti “Allah.. Allah..”,”Laailaahaillallaah…”,dll. Ikutilah bacaan itu. Secara perlahan akan ada sensasi rasa dingin di sekitar dada. Kadangkala disertai rasa kedutan di tangan, kaki, atau bagian tubuh yang lain. Sejenak berikutnya biasanya akan timbul rasa kantuk, mulai dari kantuk biasa sampai kadangkala menyebabkan kita tertidur.
Sejurus kemudian tubuh terasa lebih ringan. Dada seolah menjadi lebih lapang tanpa tersekat oleh tubuh fisik. Ada keheningan menyeruak dan tubuh serasa berada di tengah alam semesta yang luas. Dalam keadaan ini pengaruh ego akan melemah.
Setelah lepasnya semua beban dan keterikatan dengan pengembalian sepenuh jiwa kepada Allah, kita dapat memohon petunjuk agar diberi kemudahan dan hal terbaik dalam kehidupan.
Posted with WordPress for BlackBerry.
Bersahabat dengan Ujian Kehidupan
Pembaca mungkin sudah mafhum bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan lepas dari ujian. Apapun jabatan, tingkat pendidikan, status sosial yang kita sandang, semuanya pasti diuji.
Ujian ini datang dari segala arah, kadangkala dalam bentuk bisikan halus atau dalam bentuk musibah bencana yang nyata. Tidak hanya pada saat kita menderita dan kesusahan, ujian juga datang di saat kita bahagia dan sejahtera.
Nah, ketika ujian datang bertubi-tubi hal pertama yang perlu dilakukan adalah meng-instrospeksi diri apakah kondisi badan-pikiran-jiwa tetap selaras dan on the track dengan nafas semesta alias sesuai aturan Tuhan.
Kedua, kita perlu memposisikan jiwa di tengah-tengah.Janganlah larut dalam kesedihan ketika musibah menimpa, dan hindari luapan kegembiraan yang berlebihan ketika kesenangan dan keinginan terwujud.
Dalam kondisi apapun, keadaan jiwa yang ideal adalah “tidak ada ketakutan dan tidak ada kesedihah” pada diri kita.
Puisi – O Tuhanku
O Tuhanku
Biarkan aku larut dalam cintaMu
dan pleukan kasih sayangMu
O Tuhanku
Ilhamkanlah kepadaku petunjukMu
Fasihkanlah lidahku
Luruskanlah tindakanku
O Tuhanku
Ijinkanlah kugenggam semestaku
seperti Engkau genggam semestaMu
dengan sayap kekuasaanMu
O Tuhanku
ManifestasiMu tiada bertepi
di barat dan di timur
membuatku tersungkur kelu
O Tuhanku
Amal ibadahku tak akan
menambah kemuliaanMu
berpalingnya diriku tak akan
mengurangi kesucianMu
Wahai Zat dambaan para Kekasih
Puncak kebahagiaan sejati
Ijinkanlah aku duduk ditengahnya
memuji dan mengagungkan namaMu
Bagaimana kekasih akan berpaling
jika semua kegelisahan sirna
berganti ketenangan dalam diri
mengalir bagai mata air deras
20010614
Penyebab Kesalahan atau Dosa
Seorang berilmu pernah ditanya “Apakah penyebab dosa?”. Beliau menjawab, “Sebab dosa adalah menunda-nunda urusan. Dan dari menunda-nunda urusan muncul keraguan. Jika engkau memperbaiki keraguan dengan kembali kepada Allah, maka hal itu akan hilang.
Tetapi jika engkau tidak memperbaikinya maka hal itu akan tercampur dengan pikiran-pikiran negatif, sehingga lahirlah syahwat. Semua itu merupakan aspek bathin yang tidak tampak pada anggota tubuh.
Jika engkau tidak memperbaiki syahwat dengan mengekangnya. Jika tidak mengekangnya, maka akan melahirkan tuntutan. Jika ngkau tidak memperbaiki tuntutan, maka lahirlah perbuatan.
*disadur dari sebuah buku
